Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan



 Senin, 21 September 2020 Dilaksanakan kegiatan Pembinaan Pembatik Level 4 untuk Angkatan 1 yag akan berlangsung selama 3 hari yaitu dari tanggal 21-23 September 2020. Kegiatan ini dipandu oleh moderator Mbak Marta. Acara diawali dengan lagu Indonesia Raya, kemudian laporan kegiatan dari Subdib Perancangan dan Aplikasi Bapak Arief Darmawan, M.Si. Berkaitan dengan Pembelajaran Berbasis TIK tahun 2020. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Eka Purnama, M.Pd.

Dengan semangat mendukung kemajuan guru dan tenaga pendidik di Indonesia, Pusdatin Kemdikbud menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi TIK untuk pembelajaran pada program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK). Dilaksanakan dengan 4 level yang mengaju pada Literasi TIK guru dari UNESCO, yaitu literasi, Implementasi, Kreasi, dan Berbagi. Pusdatin Kemendikbud berupaya untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan membekali guru-guru dengan kemampuan pemanfaatan TIK agar pembelajaran yang dilaksanakan lebih inovatif, sekaligus dalam rangka seleksi Duta Rumah Belajar.

Pada kesempatan ini dibuka Coating Level Berbagai (Level 4) yaitu penulisan artikel rumah belajar, strategi berbagi, komunikasi efektif pemanfaatan Konferensi Video.

Pada Coachng level 4 ini akan dilaksanakan selama 1 bulan sekaligus sebagai seleksi calon Duta Rumah Belajar yang dilaksanakan dengan mengambil 5 terbaik dari setiap provinsi (berdasarkan penilaian), lalu akan ada sesi wawancara dan pleno untuk menentukan DRB terpilih. Untuk kegiatan Coaching level 4 ini dilakukan pembimbingan terkait materi dan tugas PembaTIK level 4, dilaksankan secara virtual dengan zoom meeting setiap provinsi.

Adapun tugas Akhir Peserta PembaTIK Level 4 termasuk Vlog, Blog, maupun Kegiatan Tatap Maya / Tatap Muka. Vlog untuk melihat kemampuan peserta dalam melakukan sosialisasi / berbagi menggunakan media video blog (Vlog) yang akan mengukur dari bebera indikator. Blog untuk melihat kemampuan peserta dalam melakukan sosialisasi / berbagi media yang akan menggunakan beberapa indikator. Kegiatan tatap maya / tatap muka untuk melihat kemampuan peserta dalam melakukan aktivitas sosialisasi / berbagi menggunakan aplikasi tatap maya seperti konferensi video, dsb. Namun situasi memungkinkan peserta dapat melakukan dengan tatap muka.

Untuk Pembinaan Tingkat 4, Gelombang 1 akan dilaksanakan tanggal 21-23 September 2020 untuk 6 ketentuan yaitu Aceh, DIY, Kalimantan Selatan, Banten, Kep. Bangka Belitung, Sulawesi Barat.

Coaching pembatik Level 4 Berbagi

Posted by : Guru IPA & TIK 0 Comments

Tri Agus Cahyono lahir di Pacitan, 22 Agustus 1982. Beliau bekerja sebagai guru di SD Negeri Belik Tepus Kecamatan Tepus, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendidikan terakhir Program Studi Pacsasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Magister Pendidikan Dasar-IPA tahun 2015 melalui beasiswa P2TK Dikdas dengan predikat Cum Laude dan saat ini akktif sebagai ketua KKG Gugus V Purwodadi, Tepus Gunungkidul, DIY.
Adapun prestasi yang telah di raihnya atara lain:
  1. Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016;
  2. Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori MIPA;
  3. Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017;
  4. Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018.
  5. Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019
Apa dan bagaimana perjuangan beliau dalam meraih berbagai prestasi tersebut akan saya ceritakan dalam dalam postingan kali ini.



Postingan ini merupakan hasil resum dari group WA "Pelatihan Menulis Gel 5 PGRI" yang di gagar oleh Omjay owner "wijayalabs.wordpress.com" dengan narasumber Tri Agus Cahyono dan Moderator Omjay. Adapun tema yang di bawah adalah " Karya Inovasi & Kualitas Diri" Berikut Resume yang sudah di buat oleh penulis



Pada hakikatnya sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwool Ada 6 tahapan berfikir kognitif Mengingat (C1), Memahami (C2), Menerapkan (C3), Menganalis (C4), Mengevaluasi (C5), Menciptakan (C6). Dalam taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka kita tidak boleh melewati tahapan-tahapan tersebut.

Jangan sampai kita berinovasi tapi : tidak tahu ilmunya, tidak paham maksudnya, tidak pernah menggunakan, tidak bisa menganalisis bagian-bagiannya, tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya

Jadi intinya jika anda ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi keilmuan dari karya tersebut. Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yg paling penting dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yg akan ditelisik oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.
Nah bagaimana cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja. Ketika kita ber C1 sd C5 ada sebuah kepuasan.

Setelah kita belajar, mengingat, memahaminya, menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul dan daya cipta kita sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul.

Nah sekarang bagaimana kita memilih bidang yg akan kita buat inovasinya?

Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi)
1. Asli (jangan menjiplak)
2. Perlu (benar2 dibutuhkan)
3. Inovativ
4. Konsisten

Ok, sekarang saya berikan contoh karya inovasi kami yg mendapatkan penghargaan inobel 2016
Namanya media "Planetarium Bekam" Media ini adalah hasil dari ketidak puasan terhadap media konvensional yg selama ini kami gunakan yaitu globe.  Bertahun-tahun menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan Prestasi kurang lebih disebabkan kurangnya motivasi Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg menantang namun bisa dikerjakan. Jadi jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah maka dipastikan anak kurang termotivasi.
 Ketika menggunakan globe dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan, anak dipaksa berfikir sangat abstrak sehingga anak menjadipenasaran dengan media ini. Fungsi media ini adalah mempermudah observasi ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari, dan bulan sangat sulit. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul.
Kita analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut kelebihan:
1. Model yg paling sesuai
2. Ada di sekolah
3. Mudah digunakan
4. ...dll
Kekurangan:
Tidak bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan. Meskipun anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih terbatas, khusus pada gerak semu atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep tersebut. Semisal Gerak semu harian matahari.  Kita menyampaikan ke anak bahwa gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah bumi. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu matahari sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya untuk terus belajar, itu kendala yg harus diselesaikan

Nah dimana saya dapat ide? 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bisa langsung dijelaskan untuk mengatasi kendalanya
ketika kita merekam video dengan kamera action cam misalnya  kita menggunakannya dalam kondisi bergerak  sedangkan obyek yang kita shot tidak bergerak  maka ketika kita memutar videonya  hasilnya benda yang kita shot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak  dan kamera merupakan alat optik yang menyerupai kinerja mata sehingga saya mempunyai ide memasang kamera pada globe sebagai pengganti mata kita. Itulah yg bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan gerak semu.

Kunci Inovasi
1. Menemukan baru
2. Menyempurnakan yang lama

Silahkan terapkan APIK tadi menurut kondisi anda sendiri, minimalkan administrasi, lebih ke hal2 aplikatif dalam mengajar, ingat kita adalah guru, tugas utama kita mengajar, administrasi kebanyaka hanyalah formalitas jadi utamakan administrasi yg penting-penting saja.

Kesimpulan
Dalam berinovasi jangan memikirkan masalah yg bersumber dari luar seperti lingkungan sekolah, sarana dan prasarana, dll tetapi FOKUS pada KOMPETENSI DIRI itulah yg akan memudahkan kita menemukan hal-hal/ide penting yg membantu keberhasilan pembelajaran. Sehingga tidak hanya inobel yg kita dapat,.. OGN akan dapat, Gupres juga akan kita dapat. Jadi tingkatkan kualitas diri untuk karya yg berkualitas. Terima kasih dan semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekilafan.
Slmt malam pak Tri,salut Untuk anda, melihat dari profil psk Tri,beralamat di Pacitan.

Jika anda tertarik dengan karya inobelnya silahkan lihat di link berikut:


Tri Agus Cahyono Guru Daerah Terpencil Dengan Segudang Prestasi

Posted by : Guru IPA & TIK 1 Comment
Tag : ,

- Copyright © Roket Air Mania - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -